GPIB GETSEMANI BALIKPAPAN
Dilembagakan 28 Januari 2007, oleh Pdt. J.D. SIHITE, MA (Ketua 1 Majelis Sinode)

Menjadi Jemaat yang ke 275. Sesuai SK. MS. 0801/I-07/MS.XVIII/Kpts.
Alamat : Jl. Soekarno – Hatta, Balikpapan. Tlp. 082154143101. Norek. BNI Taplus. 0196346488 / Norek. Panitia, Mandiri. 1490007212154. Email : gpibgetsemanibpn@yahoo.co.id
IBADAH MINGGU : PAGI. Pkl.09.00 - SELESAI

Link : MAJELIS SINODE GPIB / Link : KMJ MUPEL GPIB
"MOHON DUKUNGAN DOA UNTUK PEMBANGUNAN KEMBALI GEDUNG GEREJA GPIB GETSEMANI".
KUNJUNGI LINK KEGIATAN JEMAAT


04 Mei 2012

PAYUNG TEOLOGI

PEMAHAMAN IMAN GPIB
Payung Teologi Untuk Mengeja-wantahkan Gereja Missioner
Pdt. S.Th. Kaihatu M.Th.

Materi Bina Tahap 1
Calon Diaken – Penatua GPIB
Masa  Bakti 2012 - 2017

I. PIKIRAN-PIKIRAN POKOK
1. Keselamatan
Tindakan Allah yang berpuncak dalam Yesus Kristus. Kuasa Yesus Kristus yang tak terbatas, karena Dia adalah Allah sendiri.

2. Gereja
Gereja itu karya Allah. Gereja itu pada dasarnya Esa karena pembentuknya esa.
Tugas gereja sebagai alat untuk menunjukkan keprihatinan Allah akan  penderitaan manusia.

3. Manusia
Manusia sebagai ciptaan Allah yang mulia
Manusia sebagai mandataris Allah  yang menyalah-gunakan kedaulatannya Rehabilitasi martabat manusia dalam Yesus Kristus.

4. Alam dan Sumber Daya
Alam sebagai ciptaan Allah Kemungkinan manusia untuk memanfaatkan alam Pengendalian terhadap kemungkinan itu, agar jangan ada kehancuran.

5. Negara dan Bangsa
Allah yang memberikan kuasa pemerintahan, Peranan  rakyat dalam kebersamaan Fungsi kenabian gereja terhadap negara.

6. Masa Depan
Peran sentral dari  Yesus Kristus. Kepentingan karya manusia sebagai tanda tanda     kehadiran Kerajaan Allah.

7. Firman Allah
Firman Allah yang mencipta, Firman Allah ewujud dalam pribadi Yesus Kristus, Alkitab yang merupakan landasan pemberitaan gereja dari masa ke masa.

KAPITA  SELECTA
Pemahaman Iman adalah gabungan antara pengakuan iman yang Trinitaris, dan kenyataan tantangan kontekstual yang dihadapi Gereja.
GPIB yang reformatoris dan dipengaruhi oleh pikiran pikiran Johanes Calvin, terpola dalam pikiran Trinitaris, dimana tekanan yang sama diberikan pada aspek Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Beberapa hal yang selalu diingat ketika GPIB merumuskan pemahaman Iman-nya:

1. Firman Tuhan sendiri
2. Sejarah
3. Konteks dan Budaya
4. Trinitaris dan Trinitatis

Bagaimana wajah Indonesia, itulah wajah tantangan GPIB.
GPIB hadir dalam masyarakat yang  mayoritas non Kristen
GPIB hadir dalam suatu masyarakat yang memiliki begitu banyak sumber daya alam, akan tetapi masyarakatnya miskin secara akut
GPIB hadir dalam suatu situasi dimana masyarakatnya sedang ‘diserbu’ oleh budaya global.
Dalam budaya global, orang harus menerima kenyataan pluralitas.
Satu hal lagi yang merupakan tantangan bagi pelayanan Gereja, yakni kekerasan. 

Beberapa hal catatan penting:
1. Sejak awal istilah istilah tentang keselamatan yang digunakan dalam Alkitab adalah istilah istilah yang fungsional, tentang hidup kekinian.
2. Bagaimanapun juga kita harus mengakui peranan umat Allah   -Israel- yang ‘memelihara’ konsep keselamatan secara partikularistik.
3. Sementara melakukan perjalanan eksodus ke penggenapan Kerajaan Allah, gereja  -tanpa kehilangan kesadaran partikularitasnya-  menemukan kembali dimensi universalitas dari kehendak Allah dalam tindakan penyelamatan dunia.
4. Dimensi dimensi pemahaman baru ini berjalan sejajar dengan kesadaran tentang peranan Roh Kudus, yang tidak bisa dibatasi, tetapi juga yang jelas menujukan karyanya untuk keselamatan dunia ini.
5. Konsep keselamatan itu menemukan pengungkapannya dalam kehidupan konkrit manusia.
Dimasa kini khususnya  dalam hal alam lingkungan, khususnya harmoni hubungan antara manusia, sesama dan alam lingkungan.

II. PIKIRAN-PIKIRAN TENTANG GEREJA
G e r e j a  : Pemahaman  Esensial
Gereja adalah  milik Tuhan, yang diutus untuk memenangkan untuk dunia ini untuk Tuhan atau mempertahankan apa yang punya Tuhan agar jangan diambil oleh kuasa kuasa dunia ini. Dan karena itu segala sesuatu yang terjadi di Gereja ada dalam wibawa Tuhan, dan harus dilaksanakan sesuai dengan kehendak Tuhan.

G e r e j a  : Pemahaman Eksistensial
Gereja hadir sebagai bagian dari rencana dan kehendak Tuhan.
Apapun unsur manusiawinya, Tuhan Allah selalu mengarahkan agar Gereja hadir dan menjadi bagian dari alat Tuhan untuk mewujudkan rencana Tuhan menyelamatkan dunia.

G e r e j a    :  Pemahaman Fungsional
Hadir dalam sikap kritis, menjadi unsur dinamis karena Allah, untuk menghadirkan sukacita dan sejahtera.

GPIB  Suatu Kenyataan Ekklesiologis
Bagaimana menghadirkan Yesus yang tidak berobah dalam dunia yang berobah.
Diperlukan semacam re-thinking, re-shaping dan re-positioning pada GPIB sendiri.

GPIB : Menghadapi  Tantangan Historis
GPIB harus lebih cepat menyesuaikan ekklesiologinya dengan kebutuhan masyarakat, yang cenderung  mulai mengambil model ‘compact disc’.
Tanpa hal ini, GPIB pada suatu saat bisa menjadi
a-historis.

III.. PIKIRAN-PIKIRAN TENTANG MANUSIA
Penciptaan manusia jelas berdasarkan gambar dan rupa  Tuhan sendiri.(Lat. Imago Dei).
Kejadian  2 : 24  secara tidak langsung mengatakan bahwa kesatuan dalam perkawinan  memiliki paling tidak  empat karakteristik:
Relasi yang eksklusif, Sebuah  peristiwa publik yang berakibat social, Permanen, Hubungan  seksual antara suami istri.
Penciptaan manusia juga jelas sekali menunjukkan keadaan jasmani manusia yang unik.

Manusia punya  memiliki beberapa karakteristik khas, yakni punya nilai, punya kelemahan dan punya keberdosaan.
Beberapa point khusus dalam karya-karya Paulus:
Masyarakat umum  - manusia pada umumnya- memiliki semacam pengetahuan dan kesadaran  tentang sesuatu yang ilahi dan kehendak sang ilahi.
Diri manusia punya hasrat, akal,dan kehendak.
Tentang kehendak manusia dan kehendak Allah.
Tentang keselamatan

IV. PIKIRAN-PIKIRAN TENTANG ALAM DAN SUMBER DAYA
Cerita penciptaan menjelaskan 2 hal:
1.Alam dan sumber daya itu adalah milik Allah. Sebab Tuhan Allah sendirilah yang menciptakannya
2. Alam dan sumber daya itu   -sebagai ciptaan- sama statusnya  dengan manusia dihadapan Allah. Sama sama ciptaan.
John Stott mencatat 4 alasan untuk memperhatikan lingkungan hidup: Pertumbuhan penduduk, Penipisan sumber daya alam
3. Kecepatan kemajuan tekhnologis yang justru menghabiskan  sumber daya alam secara cepat
4. Kerusakan atmosfir

Lewat penelitian Alkitab Stott mencatat tiga hal sebagai basis Alkitabiah  dalam hal bagaimana manusia harus memahami posisinya sebagai pengelola alam dan sumber daya:
1. Tuhan Allah memberikan bagi manusia, wewenang atas bumi
2. Wewenang ini sifatnya co-operatif
3. Wewenang didelegasikan. Dan karena itu harus dipertanggung jawabkan
Ringkasnya, domain  bukanlah dominasi apalagi destruksi.

Catatan penting secara konseptual.
1. Konsep bahwa alam  dan lingkungan/ kosmologi dan ekologi sejak harus dilihat sebagai ciptaan Tuhan.
2. Gagasan kosmologi dan ekologi Alkitab menunjuk pada kebaikan dan ketelitian Tuhan sebagai pencipta, tetapi juga menuju ke pemenuhan di masa depan.
3. Adanya kuasa kuasa yang bertentangan dengan kehendak Tuhan yang tidak ingin ‘kebaikan’ pada ciptaan Tuhan itu terus berlanjut.
4. Proses penciptaan dan penghembusan nafas kehidupan oleh Allah  melalui RohNya itu masih terus berlanjut.

V. PIKIRAN-PIKIRAN TENTANG NEGARA DAN BANGSA
Negara dan bangsa adalah bentuk usaha manusia untuk mencapai  kesejahteraan. Namun melalui  negara dan bangsa itu manusia lalu  mengendalikan kuasa.
Ada banyak teori tentang asal mula sumber kekuasaan.Kita bisa mencatat beberapa diantaranya.

1. Berdasarkan teori aetiologis yang berisikan  mitos mitos
2. Berdasarkan teori hukum kodrat insani
3. Berdasarkan Ide atau faham tertinggi
4. Berdasarkan kekerasan saja
5. Berdasarkan kedaulatan rakyat
6. Kita menyebut satu yang khusus, kekuasaan negara itu berasal dari setan

Calvin memastikan bahwa penguasa dan Negara harus menyadari bahwa sumber kekuasaannya adalah dari Allah.Dan karena itu pemerintahan sipil harus memikirkan rakyat sesuai dengan kehendak Tuhan.

Paham bahwa kekuasaan itu berasal dari Tuhan secara ringkas  mengingatkan penguasa untuk rendah hati, mengingatkan  masyarakat untuk mengkritisi secara positip dan konstruktif sebagai bentuk dukungan.

VI. PIKIRAN-PIKIRAN TENTANG MASA DEPAN
Pengharapan punya  dasar dan tujuan  yang pasti karena  dilandaskan pada Yesus Kristus sendiri dengan bimbingan Roh Kudus. Ini yang selalu di ingat dan dirayakan melalui Ibadah, dimana Yesus Kristus menjadi  titik pusatnya.
Pengharapan ini berisikan kemungkinan kemungkinan yang luas dalam mana kita bisa melayani masa depan  yang menjanjikan  kebenaran, keadilan dan perdamaian.
Memikir dan mengupayakan masa depan adalah merealisir pengharapan.
Demikianlah gereja  menghayati pengharapan dan masa depan itu  dalam kekinian sambil terus berjalan menuju pemenuhan janji Kristus akan langit baru dan bumi baru.

VII. PIKIRAN-PIKIRAN TENTANG FIRMAN ALLAH
Dalam Firman terkandung seluruh kehendak Allah baik mengenai masa lalu, masa kini maupun masa depan.  Firman itu hadir secara konkrit dalam diri Yesus Kristus.
Ungkapan  ‘Alkitab adalah Firman Allah’ ini harus dipahami dalam kerangka teologi Gereja.
Dalam teologi Gereja jelas bahwa Firman tertulis yang menjadi Firman yang dikhotbahkan itu punya dua kemungkinan.Untuk di contohi atau diteladani, atau untuk tidak dicontohi dan tidak diteladani.
Tegasnya, Firman  untuk dicontohi jangan dihindari, dan Firman untuk dihindari jangan dicontohi.  Karena itulah maka dalam teologi Gereja Alkitab disebutkan sebagai Firman Allah.

VISI & MISI GPIB

VISI
GPIB menjadi gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaanNya

MISI
Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui dengan bertolak dari Firman Allah, yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.
Menjadi gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat, dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.
Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.

MOTTO :
Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka duduk makan di dalam Kerajaan Allah


DARI ADMIN

"TAK ADA GADING YANG TAK RETAK"
Jika dalam penyajian blog GPIB Getsemani ini terdapat kekurangan atau kurang sesuai dengan harapan, kami sebagai pengelola blog memohon maaf.

Blog ini disajikan semata-mata untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan di kalangan kita-kita, kendati belum sempurna dan belum semua terakomodir itu dikarenakan keterbatasan kami

Untuk keperluan updating, Artikel/Foto/Video yang ada di blog GPIB Getsemani selain data dari admin sendiri, sebagian juga kami sadur/copy/download dari berbagai sumber di medsos.


Ucapan Terimakasih kami sampaikan kepada yang Artikel/Foto/Video nya telah kami unggah di blog ini, dan terimaksih juga kami sampaikan kepada pengunjung blog semoga blog ini bermanfaat bagi kita.

Terimakasih. #ek