GPIB GETSEMANI BALIKPAPAN
Dilembagakan 28 Januari 2007, oleh Pdt. J.D. SIHITE, MA (Ketua 1 Majelis Sinode)
Menjadi Jemaat yang ke 275. Sesuai SK MS. 0801/I-07/MS.XVIII/Kpts.Alamat : Jl. Soekarno – Hatta, Balikpapan. Tlp. 0542=860667 Norek. BNI Taplus. 0196346488. Email : gpibgetsemani@yahoo.co.id
======================================================================================

01 April 2014

PENEGUHAN PRESBITER, PERESMIAN DAN HUT 7

Penegunahan Presbiter  Antar Waktu
Pnt. Stery Sahit Pioh
Dkn. Helmina Sihombing
Dkn. Andrew Kansil
Dkn. Steven Rumopa
Diteguhkan dalam Ibadah Minggu, tgl. 30 Maret 2014. Oleh Pdt. M.F. Manuhutu, M.T.h (Ketua Umum MS GPIB)

Serah Terima Aset Rumah Kostor dan Guest House.
Diserahkan penggunaannya oleh Ketua Umum MS GPIB kepada Jemaat GPIB Getsemani Balikpapan.

Peresmian Rumah Kostor dan Guest House, diresmikan penggunaannya oleh, Pdt. M.F. Manuhutu, M.T.h (Ketua Umum MS GPIB) pada hari Minggu, 30 Maret 2014.

Ibadah syukur HUT Getsemani ke 7 (28 Januari 2014). Ibadah dipimpin oleh,  Pdt. M.F. Manuhutu, M.T.h (Ketua Umum MS GPIB), Pemotongan Tumpeng oleh KMJ. Pdt. I Nyman Djepun, S.Th. pada hari minggu, 30 Maret 2014


06 Maret 2014

ARAHAN UMUM PENYUSUNAN PROGRAM KERJA 2014-2015

ARAHAN UMUM PENYUSUNAN PROGRAM KERJA 2014-2015
GPIB GETSEMANI BALIKPAPAN
=========================================================

Tema Sentral Jangka Panjang II 2006-2026:
Yesus Kristus Sumber Damai Sejahtera (Yoh 14 : 27)

Tema KUPPG Jangka Pendek II, 2011-2016:
Membangun Tatanan Kehidupan Masyarakat Yang Rukun Dan Adil
(Roma 15 : 5-7)

Tema Tahunan 2014-2015:
“MEMBANGUN KEMITRAAN ANTAR UMAT DEMI KESELAMATAN BANGSA”
(Roma 10 : 14 – 15)
PENDAHULUAN
Lazimnya “Arahan Umum” Penyusunan Program disampaikan pada saat Kelompok Kerja (Pokja) Penyusunan Program akan memulai seluruh kegiatannya. Namun karena suatu kondisi tertentu, maka “Arahan Umum” ini baru dapat diterima oleh Pokja Penyusunan Program untuk menjadi salah satu acuan penyusunan Program Kerja dan Anggaran 2014-2015 GPIB “Getsemani” Balikpapan. Kami berharap kiranya kondisi ini tidak mengurangi semangat dan kerja kita merampungkan seluruh kegiatan penting ini.

Selanjutnya, berkat dan Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja, saat ini kita telah berada di penghujung tahun pelayanan 2013-2014, dan kita akan memasuki tahun pelayanan yang baru 2014-2015. Itu berarti Program Kerja yang akan kita susun ditahun pelayanan yang baru nanti, adalah Tahun Program yang keempat untuk capaian sasaran Jangka Pendek II Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja (KUPPG II) di rentang tahun 2011-2016. Untuk maksud tersebut di atas, maka arahan umum ini disampaikan sebagai panduan umum bagi kita semua agar GPIB “Getsemani” Balikpapan tetap terus terhisap dalam perjalanan “Gerakan Ber-GPIB” secara Sinodal.

PARAMETER PROGRAM GPIB
Untuk diketahui, saat ini secara Sinodal, seluruh jemaat GPIB, termasuk Getsemani Balikpapan, berada dalam Tema Besar Lima Tahun II (KUPPG Jangka Pendek II 2011-2016) yakni: “Membangun tatanan kehidupan masyarakat yang rukun dan adil (Roma 15:5-7). Dengan demikian, GPIB diharapkan hingga tahun 2016 telah berhasil “Turut Serta” terlibat dalam membangun kehidupan jemaat dalam gereja Tuhan ini dan masyarakat Indonesia yang erat bersekutu, rukun dan adil.

Untuk maksud di atas telah ditetapkan 5 tema berbeda tiap tahunnya, di mana pada tahun program 2013-2014 yang akan berakhir ini, kita telah dituntun untuk mengarahkan semua program pada Tema Tahunan: Kemitraan dan kesetaraan demi kesetiakawanan sosial (Galatia 3:28). Tema ini telah kita upayakan terwujud melalui berbagai bentuk Program yang telah diputuskan bersama. Kebersamaan dan penguatan nilai persekutuan antar umat diharapkan berhasil dilakukan di tahun program yang akan berakhir ini. Beberapa muatan tema dalam program di maksud antara lain:
  1. Ibadah Wisata
  2. Ibadah Gathering Pelkat PKB
  3. Pembentukan Paduan Suara
  4. dll

Namun sayang sekali bahwa 2 program pertama di atas tidak dapat dilaksanakan. Hal ini disebabkan karena kondisi dana jemaat yang tidak memadai untuk membiayai program penting ini. Program Pembentukan Paduan suara yang diharapkan dapat menjawab tema “Kemitraan” di tahun program yang akan berakhir ini, juga tidak dapat terlaksana dengan sempurna. Perlu ada evaluasi khusus mengenai alasan dan kendala yang menjadi penyebab stagnasi program ideal ini.                                 
Bagaimana dengan Penyusunan Program 2014-2015 yang akan mulai kita kerjakan dalam Kelompok Kerja (POKJA) Penyusunan Program Pelayanan GPIB “Getsemani” Balikpapan ini?  Ada beberapa parameter (tolok ukur) dalam rangka penyusunan program untuk tahun 2014-2015, yakni:

1.       Tema Tahunan GPIB 2014-2015 Secara Sinodal
Sesuai dengan Program tahun 2014-2015 yang merupakan Tahun IV dari KUPPG GPIB Jangka Pendek II  (2011-2016) diterangi tema:  “MEMBANGUN KEMITRAAN ANTAR UMAT DEMI KESELAMATAN BANGSA” (Roma 10 : 14 – 15). Dalam tema tersebut terkandung nilai-nilai, bahwa sesuai realitas kemajemukan yang terdapat dalam masyarakat, gereja tidak ingin sendirian, atau merasa mampu sendiri, tetapi ia perlu bermitra dengan umat lain, bahkan semua komponen lain dari masyarakat dan bangsa ini dalam menghadapi dan menggumuli masalah masalah masyarakat dan bangsa ini. [1]

Sehubungan dengan makna tema tersebut, maka GPIB Jemaat “Getsemani” Balikpapan perlu menyusun program yang dapat menjembatani hubungan gereja dengan masyarakat luas. Selain Program-program yang sifatnya kebersamaan yang perlu menjadi perhatian khusus, kita juga perlu memikirkan mata-mata program yang bersentuhan langsung dengan “pihak luar” dari gereja yakni masyarakat sekitar.

Hal kongkrit yang saya usulkan adalah pada bidang GERMASA (Gereja, Masyarakat dan Agama-agama) dan Lingkungan Hidup perlu di buat suatu program kegiatan Perayaan HUT RI Bersama Masyarakat; Aksi Lingkungan Hidup berupa Kerja Bhakti Membersihkan Lingkungan yang dapat dilakukan bersama masyarakat sekitar. Pada Bidang Teologi, perlu dirancang suatu ibadah bernuansa “cinta Lingkungan” sebagai suatu gerakan Gereja yang peduli pada lingkungan Hidup.

Bidang PPSDI-PPK perlu juga memasukkan Program Khusus dimaksud dengan muatan tematis “MEMBANGUN KEMITRAAN ANTAR UMAT DEMI KESELAMATAN BANGSA”. Pelkat misalnya dapat membuat program Kunjungan dan Donasi Yayasan Panti Asuhan dan atau Pati Werda yang ada di kota Balikpapan. Pembinaan pun dapat mengangkat tema-tema  Hukum dan HAM yang ada dalam bidang GERMASA antara lain “Undang-Undang IT” dan atau “Pemanasan Global dan Dampak Bagi Lingkungan Hidup”.

Pada bulan April yang akan datang, Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Gereja dipanggil untuk berperan aktif pada kegiatan dimaksud. Karena itu dalam terang tema tahunan “Membangun Kemitraan Antar Umat Demi Keselamatan Bangsa” perlu juga dipikirkan suatu program litas bidang antara bidang Germasa dan Bidang PPSDI guna menyiapkan warga jemaat dapat melaksanakan Hak Pilihnya sebagai anugerah TUHAN. Kegiatan dimaksud dapat bersinergi dengan Bidang Teologi melalui seruan-seruan Khotbah untuk menyiapkan Calon Legislatif yang ada di jemaat dan juga seluruh Warga Jemaat GPIB “Getsemani” Balikpapan pada tataran iman dan panggilan pengutusan, sekaligus bentuk antisipatif agar jemaat tetap utuh dalam kesatuan walau berbeda dalam hal dukungan ketika melaksanakan hak konstitusi dan demokrasinya. Di Bidang Teologi, Gereja perlu memberikan dukungan moril dan dukungan doa bagi para calon Legislatif yang ada dalam jemaat tanpa mengabaikan batas wilayah gereja dalam dunia politik agar lembaga ini tidak terjebak pada politik praktis.

2.       Prioritas Bidang Sesuai KUPPG Jangka Pendek II (2011-2016)
Sesuai dengan Tata Gereja GPIB buku II tentang Pokok-Pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja (PKUPPG), maka Prioritas Bidang KUPPG Jangka Pendek II (2011-2016) khususnya pada tahun IV 2014-2015 adalah pada BIDANG GERMASA.

Karena itu sangat diharapkan bahwa tahun ini seluruh program kerja dan anggaran kita terintegrasi dalam Bidang Germasa. Semua bidang yang ada termasuk Ketua Bidang di PHMJ pun perlu untuk bersinergi dengan Bidang Germasa untuk menopang terlaksanakanya berbagai target yang ada di bidang tersebut.

3.       Program Kerja Tingkat Sinodal hasil PST tahun 2014 di Pangkal Pinang
Seluruh POKJA akan dibagikan Program Sinodal hasil keputusan PST tahun 2014 di Pangkal Pinang. Setiap Bidang kiranya mengkritisi program2 Sinodal dimaksud untuk kemudian menjadi Program Kegiatan dan Anggaran tahun 2014-2015 GPIB Jemaat “Getsemani” Balikpapan. Merupakan kewajiban Sinodal bagi kita warga GPIB untuk menyukseskan program-program tingkat Sinodal yang telah disepakati di Pangkal Pinang. Karena itu sedapat mungkin kita mendukung semua program dimaksud yang tentunya memperhatikan kemampuan dan kondisi dana kita.

4.       Program Kerja Tingkat Mupel GPIB Kaltim I Hasil Persidangan Tahunan 2014-2015 di GPIB “Bukit Benuas” Balikpapan.
Sidang Tahunan Mupel GPIB Kaltim I telah dilaksanakan di GPIB “Bukit Benuas” Balikpapan pada tanggal 28 Februari - 01 Maret 2014. Program ini telah disepakati bersama dan disahkan untuk dilaksanakan oleh seluruh GPIB di Mupel Kaltim I. Itu berarti Program Mupel GPIB Kaltim I tahun 2014-2015 wajib dimasukkan menjadi Program Jemaat.

5.       Hasil Pertemuan Warga Sidi Jemaat
Seperti yang kita ketahui bahwa selang 4 (empat) minggu terakhir ini telah diadakan PWSJ di empat sektor. Hasil usulan jemaat tentang program 2014-2015 akan segera dirangkum oleh PHMJ menjadi dokumen tersediri, yang nantinya menjadi salah satu sumber penyusunan Program Kegiatan dan Anggaran di Tingkat jemaat. Dengan demikian setiap anggota Pokja akan memiliki 4 dokumen sebagai Draf Program yakni Program Sinodal; Program Mupel GPIB Kaltim I; Program Jemaat 2013-2014; dan Hasil PWSJ.

P E N U T U P
Dibagian akhir ini, saya mengajak kita semua untuk bersyukur karena di akhir tahun Program 2013-2014 kita telah berhasil membangun fasilitas pelayanan berupa, 1 unit Rumah Kostor dan Guest House. Rencananya bangunan tersebut akan diresmikan oleh Ketua Majelis Sinode GPIB tanggal 30 Maret yang akan datang.

Hal lain yang juga perlu menjadi perhatian kita bersama, bahwa saat ini sedang disiapkan perangkat document untuk memilih Diaken dan Penatua Antar Waktu. Istilah “Antar Waktu” dimaksud adalah bahwa Diaken-Penatua yang terpilih dan diteguhkan bukan pada awal periodisasi berjalan, namun pada antar waktu periodisasi kemajelisan yang sedang berjalan. Fungsi dan Wibawa Jabatan tetaplah sama dengan mereka yang dipilih di awal Periode Masa Bhakti Majelis Jemaat.[2] Diharapkan bahwa pada tanggal 30 Maret 2014, GPIB “Getsemani” Balikpapan akan ketambahan 4 (empat) orang Presbiter baru untuk menunjang kebutuhan tenaga pelayan di Gereja Tuhan ini, sehingga jemaat Tuhan dapat terlayani dengan baik. Kita semua dihimbau untuk turut serta dan berperan aktif dalam kegiatan ini.
 
Akhirnya selamat berbagi pengalaman, pengetahuan dan kebijakan dalam dinamika penyusunan PROGRAM KERJA kedepan. Tuhan Yesus memberkati kita.


Balikpapan, 03 Maret 2014
Majelis Jemaat GPIB "Getsemani” Balikpapan

Pdt. I Nyoman Djepun, S.Th.
KETUA


[1] Arahan Ketua Umum Majelis Sinode GPIB dalam Pembukaan menyelenggarakan Persidangan Sinode Tahun 2014 di Hotel Novotel Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tanggal 19 s/d 21 Pebruari  2014
[2] Penjelasan lebih lanjut soal Diaken – Penatua antar waktu dapat dilihat dalam Tata Gereja GPIB, khususnya Peraturan Nomor 1 tentang Presbiter dan Tata Cara Pengadaan Presbiter Pasal 3 ayat 12, BUKU III (biru) hlm 71, 72.

------------------------------------------
[1] Penjelasan lebih lanjut soal Diaken – Penatua antar waktu dapat dilihat dalam Tata Gereja GPIB, khususnya Peraturan Nomor 1 tentang Presbiter dan Tata Cara Pengadaan Presbiter Pasal 3 ayat 12, BUKU III (biru) hlm 71, 72.

23 Februari 2014

Konven Pendeta & PST GPIB se-Indonesia Resmi Dimulai, 20 Feb 2014

PANGKALPINANG- Pembukaan Konven Pendeta (suami istri) dan Persidangan Sinode Tahunan (PST), Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) se Indonesia, resmi dibuka Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi, Rabu (18/2) kemarin.   Konven Pendeta dan PST GPIB se-Indonesia di Convention Hall, Hotel Novotel Bangka Golf and Convention Center Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah.
Kegiatan yang bertema “Membangun Kemitraan Antar Umat Demi Keselamatan Bangsa” ini, berjalan khidmat, dan diikuti 315 Jemaat GPIB yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia dan sekitar 365 tamu undangan.   Turut Hadir Gubernur Babel, Rustam Effendi, Wakil Ketua DPRD Babel Ernawan Rebuin, Walikota Pangkalpinang M Irwansyah, Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pdt Markus F Manahutu M Th, Ketua I Majelis Sinode Pdt Martinus Tetelepeta M Min, Sekretaris Umum Majelis Sinode Pdt Adriaan Pitoy M Min.
Gubernur Rustam Effendi dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya kegiatan GPIB terbesar dan pertama di Babel.  “Kami menyambut baik peserta sidang GPIB 2014, kami (Babel, red) sebagai tuan rumah menyampaikan rasa hormat dan selamat datang di Negeri Serumpun Sebalai, Negeri Laskar Pelangi,” ujar Rustam di hadapan Jemaat yang hadir.
Ketua Umum Majelis Sinode GPIB, Pdt. Markus F. Manahutu M.Th, kepada Harian Babel Pos menjelaskan terselenggaranya kegiatan GPIB ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan membahas agenda kerja GPIB kedepannya.  “Kami GPIB yakin, Jemaat kita punya kemampuan.  Tahun ini kami percayakan kegiatan besar ini, diselenggarakan di Babel,” terangnya.
Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Sinode GPIB ini juga mengungkapkan bangga bisa hadir di Babel.  Bahkan lebih jauh ia menilai Babel sebagai daerah pluralisme yang patut dicontoh dalam hal kerukunan umat beragam.  “Babel ini sebuah percontohan, karena banyak informasi yang saya dengar, Babel dengan etnis, suku dan agamanya mampu hidup rukun dan damai,” ucap Pdt Markus.
Sekretaris Umum Pdt Adriaan Pitoy M Min. menuturkan, melalui Rakernas atau Konven Pendeta dan PST GPIB akan lebih membangun kemitraan antar umat demi keselamatan Bangsa.  “Kegiatan seperti ini kita laksanakan setiap tahun dan juga secara bergantian. Sebelumnya di Pontianak, Medan, Makasar dan sekarang Babel. kesempatan ini (Rakernas,red) kita akan evaluasi program kerja selama 2013 lalu dan akan merumuskan program 2014,” ungkapnya.
Ditambahkan Pdt Adriaan Pitoy M Min, dalam sidang akan dimanfaatkan seluruh jemaat untuk kembali mematangkan visi misi kedepannya.  “Kita GPIB mempunyai visi misi sebagai gereja sumber damai sejahtera bagi segenap umat, bahkan secara komisioner akan memberdayakan umat dalam perannya masing-masing.  Khusus Babel, ini kesempatan agar bisa lebih dikenal dari peserta 25 provinsi lainnya.  Karena selama ini kita mendengar info tentang Babel lintas agamanya cukup baik, dan itu kita nilai sejalan dengan GPIB,” sebut Pdt. Adrian.
Ia pun berharap dengan pelaksanaan Persidangan Sinode Tahunan yang merupakan simbol kebersamaan seluruh Jemaat GPIB, menjadi dasar membangun silaturahmi umat.  “Sudah nyata selalu dijadikan dasar program kegiatan kita dalam suatu kebersamaan.  Tidak mungkin Babel bisa melaksanakan event besar tanpa adanya kebersamaan,” tukasnya lagi.
Senada, Ketua Panitia Pelakasana Konven Pendeta dan PST GPIB Tahun 2014, Ir Budiman Ginting, Dip BE MM menyatakan, respon peserta terhadap tuan rumah Babel dalam agenda tahunan ini, sangat baik. “Meski begitu, apabila ditemui yang kurang menyenangkan. Kami mohon maaf sebesar-besarnya,” pungkas pria yang juga seorang pejabat di Pemprov Babel ini.(Fiz) - Pangkalpinang Pos 21 Febuari 2014

19 Februari 2014

BAHAN RENUNGAN IBADAH SEKTOR

BAHAN RENUNGAN IBADAH SEKTOR. Tgl. 12 FEBRUARI 2014 KELUARAN 5:15-24

Dalam dunia kuno, ketika dua bangsa bertempur maka yang terutama bertempur adalah allah-allah sesembahan bangsa itu. Maka kita perlu melihat bahwa pertempuran yang terjadi dalam kitab Keluaran adalah pertempuran antara Allah Israel dengan para allah Mesir.
Firaun merupakan salah satu allah Mesir dan karenanya tidak mengherankan bila Firaun menyombongkan diri dengan tidak mau mengenal dan mengakui Yahweh. Ia berkata "Siapakah TUHAN (terjemahan dari kata Yahweh) itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi" (bd. ay.2). Bahkan dengan murka Firaun kemudian memberi perintah agar pekerjaan orang Israel diperberat. Orang Israel disuruh membuat batu bata dalam kuota yang sama, tetapi pekerjaan mereka ditambah dengan harus mengumpulkan jerami sendiri (7-8). Orang Israel tentu saja tidak dapat memenuhi tuntutan Firaun. Akibatnya, mandur-mandur Israel kemudian dipukul oleh pengerah-pengerah Firaun (bd. ay14).
Para mandur yang dipukul kemudian marah kepada Musa dan Harun setelah mengetahui bahwa semua ini terjadi sebagai akibat pertemuan Musa dan Harun dengan Firaun. Musa kemudian juga kesal kepada Tuhan dan mengeluh bahwa Tuhan tidak melepaskan umat-Nya dari penderitaan tersebut. Namun sesungguhnya semua itu ada dalam rencana Tuhan, karena memang Tuhan akan memaksa Firaun untuk membiarkan umat-Nya pergi dengan tangan yang kuat (ay. 24).
Dalam kehidupan iman kita pun selalu ada peperangan rohani. Namun Allah tidak akan menyelamatkan kita dengan bernegosiasi dengan Iblis dan pengikutnya. Kita tidak perlu berkeluh kesah atau bersungut-sungut karena Allah akan menyelamatkan kita dengan tangan-Nya yang kuat, yaitu dengan mengalahkan Iblis dan pengikutnya. Dengan demikian kita harus melihat bahwa kesulitan yang kita alami dalam hidup -terutama ketika kita mau taat kepada Tuhan- merupakan hal yang wajar dan pasti terjadi karena memang akan ada peperangan rohani ketika kita mau taat kepada Allah.
Terdapat beberapa hal penting untuk direnungkan dalam bacaan kita ini untuk menjadi kekuatan bagi kita menjalani hidup ini, yakni:
1.   Ketika melakukan pengutusan Tuhan, tidak selalu semua berjalan dengan lancar, pasti ada hambatan dan halangan. Hambatan yang dialami Harun dan Musa datang dari luar (Firaun) maupun dari dalam (para mandor bangsa Israel sendiri). Dalam kita melakukan pengutusan Tuhan, hambatan juga bisa datang dari orang Kristen sendiri, dari sesama pelayan, atau bahkan dari kondisi seperti penyakit. Orang yang sungguh melayani Tuhan pasti tidak akan lepas dari halangan dan kesulitan.
2.   Kita harus berani melawan kecenderungan untuk mencari kambing hitam saat mengalamikesulitan, karena rasa marah, kecewa, dan sedih bisa saja muncul dan jika sudahterkumpul kita sering mencari sasaran emosi. Para mandor Israel mempersalahkan Harun dan Musa sebagai penyebab penderitaan bangsa Israel, dengan melontarkan kata-kata yang tajam dan melemahkan sekali, padahal yang bersalah adalah Firaun.
3.       Saat melakukan pengutusan Tuhan, kita memang akan mengalami hambatan. Akan tetapi itu bukan jadi alasan untuk lari dari pelayanan, bahkan kita harus kembali kepada Tuhan. Musa pasti merasa kecewa sekali karena ia dituduh menjadi penyebab penderitaan orang Israel, padahal ia ingin meringankan beban orang Israel. Kejadian ini mirip dengan kisah 40 tahun sebelumnya, ketika dia ditolak oleh bangsanya sendiri saat ingin membantu. Saat itu ia melarikan diri dari Mesir. Sekarang, ia memilih untuk tidak lari lagi dari Mesir atau kembali ke Midian, melainkan ia memilih untuk kembali kepada Tuhan dan mengungkapkan kekecewaannya (Keluaran 5:22-23). Marilah kita belajar untuk mencurahkan hati kepada Tuhan, karena dari situ kita akan mendapatkan kekuatan untuk melakukan pengutusan Tuhan.
4.       Kisah Musa sebagai pemimpin yang besar, tapi ia pernah ditolak mentah-mentah dan habis-habisan. Keluaran pasal 5 menceritakan pengalaman Musa yang ditolak oleh Firaun maupun bangsanya sendiri, sampai-sampai Musa seperti hilang semangat dan hilang harapan. Secara gamblang, Firaun menganggap sepele permintaan Musa, serta meragukan diri Musa, juga Tuhan yang mengutus Musa, bahkan menanggapi dengan negatif (ay. 1-5). Harga diri Musa diinjak-injak oleh Firaun dengan cara semakin menindas orang Israel lebih kejam lagi (ay. 6-11). Penolakan yang lebih membuat hati Musa hancur, ketika bangsanya sendiri meragukannya sebagai utusan Tuhan. Kehadiran Musa dirasakan tidak membawa berkat, melainkan membawa masalah lebih berat bagi bangsa Israel. 
Apa yang dilakukan Musa ketika penolakan terhadap dirinya terjadi? Musa berdoa, mengadu dan berteriak kepada Tuhan. Musa tidak memakai jalan sendiri atau mengemis pada Firaun, penguasa saat itu. Musa percaya bahwa Tuhan pasti punya jawaban atas setiap situasi dan kondisi yang dia alami. Dengan doa dan berkomunikasi dengan Tuhan, berarti Musa mau dengar-dengaran akan suara/jawaban dari Tuhan sendiri, bukan dari orang lain atau asumsi dirinya sendiri. Melalui doa, Musa menemukan jawaban Tuhan bahwa Tuhan sanggup bertindak dengan atau tanpa Musa, Musa disadarkan bahwa dirinya hanyalah alat. Tuhanlah yang kuasa, bukan diri Musa, dan pekerjaan yang harus dikerjakan Musa semata-mata adalah pekerjaan Tuhan, bukan ambisi pribadi Musa. 
Ketika kita/pekerjaan/pelayanan ditolak orang-orang di sekeliling kita, berlutut dan berdoalah pada Tuhan. Tuhan akan mendengar dan pasti akan memberi jawaban yang tepat supaya kita memahami kehendak-Nya. Karena itu tetaplah maju berkarya bagi Tuhan. Aeperti Israel yang tidak bisa melihat rencana Allah yang besar di balik derita mereka, demikian kita juga tidak pernah tahu rencana Tuhan bagi hidup kita. Tetapi jangan bersungut, teruslah jalani hidup yang berkenan kepada Tuhan. Amin.
(dari berbagai sumber)

BAHAN RENUNGAN IBADAH KELUARGA 12 MARET 2014

BAHAN RENUNGAN IBADAH KELUARGA 12 MARET 2014
Jika seseorang menggap diri benar dan tidak mengakui dosanya, Ia sama dengan orang yang tidak mengakui Kasih Karunia Allah yang menyelamatkan orang berdoa. (Selengkapnya Klik Gambar)

BAHAN RENUNGAN IBADAH PKP 11 MARET 2014

BAHAN RENUNGAN IBADAH PKP 11 MARET 2014
Bahwa ternyata tidak selamanya hidup menjadi orang benar di hadapan Allah harus menikmati berbagai keselamatan yang dinikmati di dunia ini, seperti kemakmuran, kedamaian, keamanan, kekayaan dan kebahagiaan... (selengkapnya klik gambar)