GPIB GETSEMANI BALIKPAPAN
Dilembagakan 28 Januari 2007, oleh Pdt. J.D. SIHITE, MA (Ketua 1 Majelis Sinode)
Menjadi Jemaat yang ke 275. Sesuai SK. MS. 0801/I-07/MS.XVIII/Kpts. Alamat : Jl. Soekarno – Hatta, Balikpapan. Tlp. 082154143101. Norek. BNI Taplus. 0196346488 / Norek. Panitia, Mandiri. 1490007212154. Email : gpibgetsemani.bpn@gmail.com

"MOHON DUKUNGAN DOA UNTUK PEMBANGUNAN KEMBALI GEDUNG GEREJA GPIB GETSEMANI".

11 Agustus 2010

Perpecahan Katolik dan Protestan

       Perpecahan fundamental antara keyakinan Katolik dan Protestan terjadi pada tanggal 31 Oktober 1517 oleh Martin Luther, seorang imam, ahli theologi dan profesor universitas berkebangsaan Jerman. Luther menulis kepada Albrecht, Uskup Agung Mainz dan Magdeburg, mengkritik aktivitas Peter Tetzel, seorang imam Dominikan dan pejabat yang ditunjuk Paus Leo X untuk indulgensi, sebagai sarana untuk mendapatkan dana untuk membangun kembali Basilika Santo Petrus di Roma.

     Orang-orang Katolik menggolongkan sumbangan uang kepada Gereja melalui indulgensi atau cara lainnya sebagai "perbuatan baik", tetapi Luther tidak setuju. Dalam sanggahannya yang ia tulis ..... tentang Kekuasaan dan Kemanjuran Indulgensi, yang  kelak dikenal sebagai Tesis 95, yang ia lampirkan bersama suratnya, Luther bersikukuh bahwa hanya Tuhan lah yang dapat memberikan pengampunan atas dosa-dosa dan bahwa keselamatan tidak dapat diperoleh melalui pembelian indulgensi.

     Tetapi pertikaian tentang indulgensi hanyalah awal dari perpecahan ini. Luther juga menyerang praktek Katolik yang melarang orang-orang Kristen untuk membaca Kitab Suci sendiri, dan sebaliknya bersikeras agar mereka harus mendapatkan penjelasan tentang Kitab Suci dari para imam yang "tidak peduli" dan "licik". Bila konsep Katolik tentang paus sebagai mediator antara Tuhan dan Yesus Kristus atas nama kemanusiaan, Protestan menegaskan bahwa hanya Yesus lah satu-satunya mediator. Satu-satunya cara untuk mendapatkan keselamatan  abadi, demikian Protestan menegaskan, adalah melalui keyakinan di dalam Kristus, dan bukan dalam perbuatan-perbuatan amal sebagaimana yang diyakini oleh Katolik.

     Tanggapan Reformasi dan tanggapan Katolik, yang dikenal sebagai Kontra- Reformasi, akhirnya mengubah seluruh peta Eropa dengan bagian utara sebagian besar berpaling kepada Protestan dan wilayah selatan tetap pada Katolik.


Sumber : Sejarah Gelap Para Paus - Brenda Ralph Lewis

0 komentar:

DARI ADMIN
"TAK ADA GADING YANG TAK RETAK"
Jika dalam penyajian Blog ini terdapat kekurangan atau kurang sesuai dengan harapan, maka kami sebagai pengelola blog memohon untuk di maafkan.

Blog ini disajikan semata-mata untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan di kalangan kita-kita, kendati belum semua terdokumentasi dengan baik.

Untuk keperluan updating, artikel atau foto yang ada di blog ini sebagian kami sadur/copy dari berbagai sumber.

Apabila dikemudian hari akan dibuat website penggati blog, maka dengan senang hati blog ini kami nonaktifkan.

Terimakasih,
Admin Blog