GPIB GETSEMANI BALIKPAPAN
Dilembagakan 28 Januari 2007, oleh Pdt. J.D. SIHITE, MA (Ketua 1 Majelis Sinode)
Menjadi Jemaat yang ke 275. Sesuai SK. MS. 0801/I-07/MS.XVIII/Kpts. Alamat : Jl. Soekarno – Hatta, Balikpapan. Tlp/Fax. (0542) 860667 Norek. BNI Taplus. 0196346488 / Norek. Panitia, Mandiri. 1490007212154. Email : gpibgetsemani@yahoo.co.id / getsemani.balikpapan@gpib.or.id

"MOHON DUKUNGAN DOA ATAS RENCANA PEMBANGUNAN KEMBALI GEDUNG GEREJA GPIB GETSEMANI".

Tim Penyelesaian Pembangunan

Tim Penyelesaian Pembangunan
Daud Hendrawan
James Zeke
Yahya Fanjie
Edi Karyoto
Samianto


28 Januari 2007

Sejarah GPIB Getsemaani - Balikpapan

A.   Embrio terbentuknya persekutuan di Karang Joang
Pada tahun 1980, di sekitar jalan raya Balikpapan – Samarinda , mulai  KM 7 dan 15 telah terdapat  7 kepala keluarga yang beragama Kristen yang sudah saling mengenal. Mereka ini adalah keluarga Legiman, Suhono Adi, Suprastowo, Rajimin, Sukamto, Momongan dan Johanes. Dari mereka inilah timbul gagasan untuk meningkatkan kehidupan persekutuan/ peribadahan secara oikumene bagi warga Kristen ( Protestan dan Katholik) yang tinggal disekitar wilayah mereka. Di bawah koordinasi Bpk Suhono Adi  pegawai Inhutani, yang berlatar belakang Theologia, maka ditunjuk 3 orang selaku tua-tua jemaat, menjadi pengurus oikumene umat Kristen, yaitu Bpk Suhono Adi,  Bpk Legiman  dan Bpk Rajimin. 

Dengan terbentuknya kepengurusan oikumene umat Kristen ini, maka kehidupan peribadahan mulai berjalan, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan, dengan tempat ibadah dijadwalkan  berpindah dari rumah warga yang satu ke warga yang lain. Dan pada bulan Desember 1980, untuk pertama kalinya dilaksanakannya ibadah perayaan Natal bertempat di rumah Bpk Suhono Adi .

Pada awal  tahun 1981,  dibentuk pengurus oikumene yang baru, yaitu Bpk Suhono Adi selaku Koordinator, dan Bpk Legiman dan Bpk Momongan selaku anggota. Dengan terbukanya wilayah Transad,  KM 8 dalam, dan daerah pemukiman kearah KM atas maka semakin bertambah banyak warga Kristen, khususnya warga GPIB yang bermukim diwilayah sekitar Karang Joang ini. Data yang dihimpun oleh pengurus saat ini telah mencapai 20 KK. Berhubung cukup banyak warga jemaat yang perlu mendapat pelayanan, maka pengurus oikumene bersepakat untuk meminta bantuan pelayanan kepada Jemaat GPIB Maranatha. Pertemuan yang dihadiri oleh 7 orang tua-tua di Karang Joang, yaitu Bpk Suhono Adi, Legiman, Nyaman, Momongan, Supadno, Yohanes, Suprastowo, sepakat untuk mengutus Bpk Legiman menemui Pdt Jermias , S Th  selaku Ketua Majelis Jemaat  Maranatha Balikpapan dan mengajukan permohonan pelayanan ibadah setiap Minggu di Karang Joang. 

Permohonan tersebut ternyata direspon oleh  Pdt  Jermias, S Th, sehingga melalui Sidang Pleno Jemaat  pada 25 Oktober 1981 diputuskan dan disetujui dibentuk Pos Pelayanan di Karang Joang dengan tempat ibadah Minggu  di rumah-rumah warga jemaat. Dan mulai Desember 1982, tempat ibadah Minggu menetap dirumah keluarga Legiman di KM 11 Karang Joang  Dalam. 

B.   Umat Kristen Karang Joang yang berkembang 
Dengan adanya pos pelayanan yang ada di Karang Joang ini sudah barang tentu sangat membantu warga jemaat Karang Joang yang rindu untuk meningkatkan kehidupan spiritualnya melalui ibadah Minggu. Kendala jauhnya tempat ibadah, maupun uang transpot yang harus dikeluarkan,  seandainya setiap Minggu harus beribadah ke Maranatha  sudah dapat diatasi. Sehingga efisiensi dan efektivitas pelayanan ibadah Minggu dapat  ditingkatkan. Apalagi pada pemilihan Majelis Jemaat GPIB Maranatha Balikpapan periode 1983-1988,  telah terpilih Pnt Legiman, Pnt Supadno dan Dkn Rajimin dan Bpk Pnt Legiman selaku koordinator.

Dengan terpilihnya ketiga anggota Majelis Jemaat yang berdomisili di Karang Joang, maka penataan organisasi, penatalayanan warga jemaat semakin  tertata lebih baik. Hubungan dengan Jemaat GPIB Maranatha selaku induk semakin intens, sehingga terjadi peningkatan pelayanan warga jemaat di Karang Joang dan sekitarnya.

Setelah pelembagaan Jemaat Maranatha Balikpapan  menjadi 4 jemaat pada 25 Maret 1986, yaitu Jemaat  Maranatha, Pniel, Bukit Sion dan Syalom, maka jemaat Maranatha melakukan penataan ulang wilayah pelayananannya. Jemaat Maranatha yang saat itu terdiri dari 5 sektor pelayanan, dan satu pos pelayanan Karang Joang. Dengan berjalannya waktu dan memperhatikan efektivitas pelayanan, Majelis Jemaat Maranatha Balikpapan sepakat bahwa sudah saatnya Pos Pelayanan Karang Joang ditingkatkan menjadi Sektor Pelayanan. Pada 1988 Pos Pelayanan Karang Joang diresmikan menjadi Sektor Pelayanan VI  oleh Pdt A H Sundah, Sm Th  dengan koordinator sektor Pnt Nyaman, dibantu  Pnt Legiman, Pnt Supadno, Dkn Andreas Madellu dan Dkn Suryanto Mustari, selaku Majelis Jemaat  Maranatha periode 1988-1992,  yang berdomisili di wilayah pelayanan Sektor Pelayanan VI. 

C.   Rumah Ibadah yang dirindukan
Sejalan dengan pertumbuhan pemukiman di Balikpapan, dimana pembangunan perumahan ke arah Balikpapan Utara semakin banyak dibuka oleh para pengembang, maka juga terjadi peningkatan jumlah umat Kristen  yang  tinggal di rumah yang baru dibangun itu. Para tua-tua jemaat dan Majelis jemaat yang ada di wilayah Karang Joang dan sekitarnya, mulai memikirkan perlunya ada rumah ibadah yang layak, yang representatif. Rumah ibadah yang selama ini dipakai yaitu rumah Keluarga Legiman, sudah dirasakan kurang memadai lagi.

( Foto  Kegiatan ibadah Minggu di rumah Kel  Legiman  )
Pdt. A.H Sundah, Sm.Th
( Foto  Kegiatan ibadah Minggu di rumah Kel  Legiman  )
Pdt. Ny. Sundah Lumankun



Oleh sebab itu Majelis jemaat di SP VI kemudian mengusulkan dalam Sidang Pleno Majelis Jemaat Maranatha untuk membeli  sebidang tanah untuk pembangunan rumah ibadah di Karang Joang. Usulan direspon oleh Sidang, dan  mempercayakan Pnt Nyaman  dan Pnt Supadno untuk mencari tanah yang diinginkan. Melalui penelitian dan pengkajian dari berbagai aspek, tanah yang diinginkan telah diperoleh, yaitu di KM 10, dengan luas  + 1300  m2.  Setelah tanah diratakan dan diadakan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja oleh Pdt. C. Wairata ,S.Th selaku Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB pada waktu itu, kemudian  diterima surat keberatan dan pelarangan membangun dengan alasan dekat dengan instalasi gudang mesiu, sehingga rencana pembangunan dibatalkan.  Selanjutnya mencari lahan baru dan akhirnya mendapatkan tanah di KM 9 Kelurahan Batu Ampar dengan luas 7.125 m2 tepi jalan raya Balikpapan – Samarinda. 
Pada awalnya tidak ada keberatan dari pihak masyarakat, namun setelah akan dilaksanakan pembangunan , sekali lagi karena adanya hambatan dari eksternal masyarakat yang menolak dilakukan pembangunan gedung gereja, dengan alasan dekat dengan mesjid.  

Kegagalan demi kegagalan tidak menyurutkan upaya mewujudkan rumah ibadah yang dirindukan ini. Doa senantiasa dinaikkan kepada Yesus Kristus selaku Pendiri , Pemilik dan Kepala Gereja dan dengan iman  yang kuat  ada pengakuan bahwa ada saatnya, ada waktunya Tuhan Yesus akan menentukan berdirinya rumah ibadah itu. Dan jawabannya adalah lahan di KM 11 seluas + 4.767 m2.  Tuhan Yesus berkehendak di tempat ini, sehingga pembangunan rumah ibadah yang dirindukan warga jemaat di Karang Joang boleh  terlaksana.  Pada bulan Juni 1991, rumah ibadah ini diresmikan , Gereja Karang Joang telah berhasil dibangun dan didirikan oleh  Panitia Pembangunan yang diketuai Bpk Pnt N. Sukardi , diresmikan pada tanggal 14 Juni 1992 oleh Ketua Majelis Sinode GPIB Pdt. O.C. Wuwungan, S.Th dan Walikotamadya KDH Tingkat II Balikpapan Let.Kol.Inf H. Tjutjup Suparna bersama Ketua Majelis Jemaat GPIB Maranatha Balikpapan Pdt. Matulapelwa, S.Th.

Foto Pentahbisan Gedung Gereja Karang Joang 14 Juni 1992.

Ketua Umum Majelis Sinode GPIB  Pdt.  O. Ch. Wuwungan
 
 
Walikota Balikpapan Tjutjup Suparna
D.    Tunas  baru di Giri Joang dan  Denkav
Setelah  Pos Pelayanan Karang Joang  ditingkatkan menjadi Sektor Pelayanan VI  maka ada tunas baru, sebagai pos pelayanan yaitu  di  Transad KM 8 Dalam dan juga di Detasemen Kavaleri KM 28.  Di Transad  yang pada era Pdt. A.H. Sundah, Sm.Th, ibadah Minggu dilaksanakan di rumah-rumah warga jemaat, seiring dengan pertumbuhan warga, kemudian diberikan izin pinjam pakai balai desa Giri Joang. Pelayanan Minggu dilakukan dijadwalkan dari Majelis GPIB Maranatha dan ada yang langsung dilayani oleh Majelis Jemaat yang ada di SP VI sendiri.

Foto Ibadah di Gedung Balaidesa Giri Joang (Transad)

PF : Pdt. Suharto
Berkat keuletan warga di Transad, khususnya keluarga Batata dan Ngarbingan, tanah wakaf yang diberikan oleh Pangdam VI Tanjungpura untuk  sarana peribadahan umat Kristiani  berhasil dilimpahkan kepada GPIB. Oleh sebab itu kemudian  digumuli perizinannya serta sertifikasinya untuk  didirikan   rumah ibadah di Giri Joang. Dan  hasilnya  pada  tahun 2006  berhasil dibangun rumah ibadah itu oleh Panitia Pembangunan yang diketuai Bpk Edy Karyoto, dan telah diresmikan oleh Walikota Balikpapan yang diwakili oleh Kepala Badan Pengawasan Daerah Kota Balikpapan Drs. Abdul Radjab  dan telah ditahbiskan oleh  Pdt. J.D. Sihite, MA, selaku Ketua I  Majelis Sinode GPIB dalam ibadah  Minggu pada tanggal 6 Pebruari 2006.


Pdt. J.D. Sihite, MA,
Ketua I  Majelis Sinode GPIB


a/n. Walikota Drs. Abdul Radjab
Ketua Majelis Jemaat GPIB Maranatha
Pdt. Drs. Christian F. Oroh
Ketua Panitia Pembangunan (E. Karyoto)


Tanda tangan Prasasti
Begitu pula pada era Pdt Suharto, S. Th  ada permintaan pelayanan ibadah Minggu di kompleks Denkav KM 28 dari Komandan Denkav Kapten  Anton Sumalinggi, melalui Pnt Suryanto Mustari. Walau secara kewilayahan, kompleks ini menjadi wilayah pelayanan Kabupaten Kutai Kertanegara, sehingga bukan wilayah Balikpapan ( baca GPIB Maranatha Balikpapan ) tetapi setelah digumuli oleh PHMJ  Maranatha, maka permohonan itu direspon. Dengan adanya pelayanan dalam ibadah Minggu di Denkav, untuk melayani  11 KK  termasuk  prajurit yang masih bujangan, maka setiap hari Minggu di Minggu 3 dan ke 4  setiap bulannya, pelayanan ibadah menjadi  

E.   Pemekaran dan Pendewasaan  Bakal Jemaat Karang Joang
Dengan adanya pertumbuhan warga jemaat  yang ada di wilayah pelayanan Sektor Pelayanan VI dan Sektor Pelayanan XI, Majelis Jemaat GPIB Maranatha Balikpapan telah memprogramkan dalam  Program Kerja dan APBJ 2005/2006,sebagai wacana Pelembagaan Bakal Jemaat Karang Joang ,namun belum terlaksana dan kemudian diprogramkan kembali untuk Program kerja dan APBJ 2006/2007 dengan basis wilayah pelayanan SP VI dan SP XI, sebagai proto jemaat Karang Joang.
Langkah - demi langkah telah dilakukan secara terencana,  penyiapan berbagai infrastruktur telah dilakukan diantaranya dengan melakukan pengukuran ulang dan pengembalian batas-batas oleh Tim Pertanahan, pembangunan Pastori Karang Joang telah dilaksanakan, penempatan seorang Pendeta Jemaat  yaitu Pdt. Ny. Febri C. Parimo Rampengan, S.Th telah dilakukan, bahkan juga  rumah ibadah Giri Joang ( Transad )  telah berdiri  di bangun, renovasi pembangunan gedung gereja Karang Joang telah berlangsung, serta upaya penataan secara organisasi perangkat kemajelisan juga telah dilakukan, melalui temu wicara warga sidi baik di SP VI maupun di SP XI. Penelitian dan pengembangan potensi warga jemaat  yang ada di wilayah SP VI dan XI telah dilakukan dibawah kendali Pdt.Ny. Febri C. Parimo- R, S.Th, selaku Pendeta Jemaat, Pnt Samuel Samianto, selaku koordinator SP XI dan Diaken Eddy Widodo, selaku koordinator SP VI, bersama dengan Majelis Jemaat yang ada di masing-masing sektor, melalui perkunjungan secara intensif.  Sehingga MJ  GPIB Maranatha Balikpapan  berharap pendewasaan / pelembagaan Karang Joang dapat terlaksana pada akhir tahun 2006 ini. 

Berdasarkan prediksi itulah maka telah dibentuk Panitia Pelembagaan  Bakal Jemaat Karang Joang yang diketuai Pnt Julis Wagiu dan Panitia Renovasi gedung Gereja KarangJoang yang dikeuai oleh Bpk E. Karyoto. Dalam rencana awal, diperkirakan pelembagaan dilaksanakan pada akhir bulan   Oktober / awal bulan Nopember 2006, namun karena ada hambatan dan kendala diluar perhitungan Panitia Renovasi  gedung  gereja  Karang Joang maka pelaksanaan pelembagaan diundurkan. Dalam Pleno Majelis Jemaat GPIB Maranatha Balikpapan pada 21 Oktober 2006, akhirnya diputuskan bahwa pelembagaan akan dilakukan 2 minggu setelah renovasi gedung gereja selesai.

Hasil kerja keras dari Panitia Renovasi Gedung Gereja Karang Joang, yang bersinergi dengan Panitia Pelembagaan Bakal Jemaat  Karang Joang, dengan dukungan doa dan dana oleh warga jemaat yang dimotivasi dengan warta jemaat secara berkesinambungan  mulai bulan September 2006, atas rahmat dan karunia Allah Bapa  Sang Pencipta,  Allah Putra dalam Yesus Kristus, Pemilik dan Kepala Gereja, serta Roh Kudus selaku Pembaharu gereja, akhirnya kerinduan pelembagaan Bakal Jemaat Karang Joang, dapat dilaksanakan pada  hari  Minggu,  tanggal   28 January  2007. Dengan mengucap syukur kepada Sang Pemilik Gereja,  maka lahirlah jemaat baru, dalam jajaran GPIB sebagai jemaat ke 275 dengan nama GPIB Jemaat   ”Getsemani
Selamat  berjuang  di Karang Joang.

Statistik Jemaat
Jumlah Warga Jemaat        : 539 Jiwa
Jumlah Keluarga                : 139 Kepala Keluarga
         
Bidang Pelayanan Ketegorial (BPK) :
          -  Persatuan Kaum Bapak   (PKB)  : 132 Orang
          -  Persatuan Wanita (PW)                : 140 Orang
          -  Gerakan Pemuda  (GP)                  : 87   Orang
          -  Persatuan Teruna (PT)                  : 39   Orang
          -  Pelayanan Anak   (PA)                   : 119  Orang
          -  Lanjut Usia (Lansia)                       : 33  Orang
         
Presbiter :
          -  Pendeta              : 1 Orang
          -  Penatua              : 8 Orang
          -  Diaken                : 10 Orang
          
Sektor Pelayanan :

          - Sektor A               : 49 Kepala Keluarga
          - Sektor B               : 50 Kepala Keluarga
          - Sektor C               : 40 Kepala Keluarga


Sumber : 
Buku "JOANG KAMI BAGIMU..." 
Panitia Pelembagaan Getsemani 28 Januari 2007. 

1 komentar:

GPIB Getsemani Balikpapan mengatakan...

Peresmian / Pentahbisan Gereja Giri Joang adalah Tgl 6 Feb 2005, {bukan 2006). Pada saat itu Pdt. J.D. Sihite, MA, Menjabat sebagai Ketua II MS GPIB. Salam. #EK

VISI DAN MISI GPIB

VISI

GPIB menjadi gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaanNya

MISI

  • Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui dengan bertolak dari Firman Allah, yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.
  • Menjadi gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat, dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.
  • Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.

MOTTO

Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka duduk makan di dalam Kerajaan Allah

Logo Pelkat

Rencana Kawasan GPIB Getsemani

Rencana Kawasan GPIB Getsemani
Untuk Perbesar Klik Gambar

Data Pembangunan

Data Pembangunan
Kegiatan Pemabngunan Getsemani